SELAMAT DATANG

Selamat datang ....... di ....... KAWASAN TANPA BATAS ....... “ARAska Banjar” ....... 'ArasKa' ....... ‘araskata’ ....... ‘katalangit’ ....... ‘kelana sastra.

Minggu, 16 Agustus 2009

ARAska - Puisi : Kemerdekaan 1

Kabut KEMERDEKAAN

Merdeka merdeka
Hari ini teriakan itu menggema
Tapi adakah kemakmuran di negeri ini merdeka
adakah keadilan merdeka
adakah kesejahteraan merdeka
adakah kejujuran merdeka
adakah hutang bangsa merdeka
dari bunga piutang negeri adikuasa

Belum
Belum

Semuanya masih terjajah
hutan kami masih terjajah
flora kami masih terjajah
fauna kami masih terjajah
petani kami masih terjajah
buruh kami masih terjajah
gelandangan kami masih terjajah

Pembangunan di atas perut perut melilit lapar

Suara suara hari ini
Janji-janji yang diucapkan penguasa
hanya slogan kebebasan penjajahan fisik
namun
ekonomi
budaya
dan jiwa bangsa ini
masih di belenggu

Suara suara hati kami sendu
Amarah amarah kami sendu
Ladang ladang kami sendu
Pendidikan pendidikan kami sendu
Kebudayaan kebudayaan kami sendu
Leher kami tercekik oleh harga yang naik
Himpitan kehidupan – hidupkan anarkis
Himpitan kehidupan – hidupkan kriminalitas

Lihat bangsa asing
dengan merdeka menjarah harta bumi kami
dihantar pengkhianat berdasi
yang menjual nama kami

Berkibar dan berkibar hari ini
di setiap jengkal tanah negeri ini
Sang saka merah putih
berparade di atas angin nusantara negeri tercinta
Berkibar gagah lambang keberanian dan kesucian

Namun berkibar pula bendera bendera perompak
Ironi panji panji nafsu maling maling bangsa
lambang kelicikan dan kemunafikan

O, sang saka
di bulan ini kau jumawa
bak pendekar kesatria
di beri minyak wangi
di cium dan diagungkan
dengan tembakan salvo penghormatan
yang getarkan gendang gendang telinga
namun di bulan nanti
kau akan terlipat rapi
di sudut hati almari tua
bersama kutu kutu busuk
yang dengan rakus menggerogoti bangsa

O, sang saka
hanya di bulan ini
kau terbebaskan berkelana
kesetiap pelosok sudut negeri
dan di bulan nanti
kau kembali dipenjarakan
oleh undang undang
yang bernama kemerdekaan dan keadilan

O, sang saka
keberanian dan kesucianmu
kini
hanya menjadi gema
yang bergetar pilu
dalam roda sejarah
perjuangan yang terlindas
kereta kereta kemoderenan
dan darah pejuang yang tlah tertumpah terlupakan

Garuda merintih
Tanah tumpah darah tertatih
Letih menyapih kasih
Hati kami putramu putrimu perih
Proklamasikan kata kata pedih
Pada kabut kemerdekaan jerih

(ARAska.Bjm-Kalsel.17.08.06-10:00)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar